Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 7

Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 7by adminon.Cerita Sex Seks Itu Nikmat – Part 713 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 7 7th sin : the Past. . Mama terdiam sejenak, pandangannya menatap kosong.. “kamu pernah dengar cerita tentang tante Lanlan..?” tanya nya kemudian.. “iya.. Adik mama Yang hilang itu kan, dulu oma pernah cerita.. Kenapa mah?”.. Tanyaku penasaran,.. karena aku tahu cerita tentang tante cuma dari oma […]

tumblr_nqlf90vyRX1u10ny7o1_1280 tumblr_nqlf90vyRX1u10ny7o2_1280 tumblr_nqlf90vyRX1u10ny7o3_128013 Sin : Seks Itu Nikmat – Part 7

7th sin : the Past.
.
Mama terdiam sejenak, pandangannya menatap kosong..
“kamu pernah dengar cerita tentang tante Lanlan..?” tanya nya kemudian..
“iya.. Adik mama Yang hilang itu kan, dulu oma pernah cerita.. Kenapa mah?”.. Tanyaku penasaran,.. karena aku tahu cerita tentang tante cuma dari oma dulu, itupun cuma sekedar cerita kalau mama bukan anak tunggal dan mempunyai adik perempuan yang hilang.. Sementara mama tidak pernah sekalipun bercerita tentang hal itu, bahkan pernah sekali aku bertanya justru omelan yang kudapat..
.
“sama seperti kamu sekarang, tante Lanlan juga bermain permainan seperti ini karena tergiur uang besar, beberapa hari sekali tukang pos datang mengirim surat tanpa alamat pengirim, yang berisi perintah permainan, Dia tidak pernah memperdulikan darimana asalnya yang dia tahu hanya setiap kali menyelesaikan satu permainan uang direkeningnya bertambah, yang ada dipikirannya hanya uang yang didapat bisa membuatnya kaya.. Tapi tidak pernah disadari olehnya, ternyata setiap permainan itu mempunyai satu tujuan, untuk menghancurkan seseorang dan dia hanya diperalat..”
mama berhenti sebentar, menarik nafas dalam-dalam..
.
Apakah kali ini penelpon itu sedang memperalat aku dan ci Fany, siapa yang akan dijatuhkan, bukti suap itu, mungkinkah target sipenelpon itu salah satu penerima suap itu,.
..
“kenapa,.?” tanya mama, melihatku juga terdiam.
.
“enggak.. Lalu bagaimana selanjutnya mah.?”
.
“orang yang jadi target untuk dihancurkan akhirnya mengetahui hal itu, hingga suatu hari tante mu pergi dan tak pernah kembali, entah dia hilang karena si pemberi perintah atau karena si target… Tapi Mamah mendapat surat sebulan pasca hilangnya Lanlan, yang isinya jika ingin Lanlan kembali mama harus melanjutkan sisa permainan sampai selesai,…”
.
“lalu mamah, melanjutkannya..?” tanyaku
.
“mamah sempat melanjutkannya.. Tapi baru 2kali, oma kamu keburu mengetahui, dan melarang mamah untuk melanjutkannya,.!”
.
“kenapa..?” tanyaku
.
“karena menurutnya, Lanlan tidak akan pernah kembali, dan tidak pernah ada yang bisa menyelesaikan permainan ini.. Ini sudah berlangsung sejak leluhur kita dulu.. Entahlah mama juga tidak mengerti, yang jelas setelah kejadian itu kita sekeluarga pindah dari semarang ke Jakarta, dan tak pernah ada lagi surat yang terkirim untuk permainan itu..!”
.
“lalu bagaimana nasib tante Lanlan?.” tanyaku..
.
“tak pernah ada kabarnya lagi..!” jawab mama lirih.
.
“mungkinkah tante Lanlan dihilangkan oleh si pemberi pesan.?”
.
“mamah juga menduga seperti itu,. Maka dari itu kamu berhentilah menuruti segala macam permainan itu…” kata mama pelan.
.
Aku tahu tak akan mendapat cerita detail tentang ini semua dari mama, tapi aku tahu jika ingin semua ini jelas aku harus terus bermain…
.
“sudahlah.. Tidak usah dibahas lagi, sudah jam 10, mama pulang dulu, kamu kembali sana kekamar cicimu..” perintah mama.
.
“iya mah,..” jawabku singkat.
.
Semalaman aku tidak bisa tidur, jika benar cerita mama tadi, mungkin saat ini aku sedang menjadi pion yang digerakan oleh si penelpon untuk menghancurkan, targetnya.
.
Seperti biasa ketika mama datang gantian aku yang pulang. Tapi kali ini Taksi yang waktu itu menjemputku sudah ada didepan gerbang Rs. Aku tahu pasti sedang menungguku. kurasa aku memang harus terus bermain, aku membutuhkan uangnya juga ingin membongkar siapa dalang semua ini..
“selamat pagi nona Lian, siap untuk permainan ke tiga..” sambut suara dari monitor lcd ditaksi itu begitu aku didalam taksi.
.
“aku harus apa sekarang..?” tanyaku.
.
“kali ini misi anda adalah menjadi seorang yang direkomendasikan untuk menemani anak dari direktur utama Pt. Cakra Propertindo. Direktur utama perusahaan ini, punya seorang anak laki-laki bernama Mario usianya sebaya dengan anda..” jelas suara itu sambil menampilkan foto seorang pemuda.
.
“sudah setahun lebih Mario, mengalami depresi karena ditinggal kekasihnya.. Dan ayahnya sudah berusaha mengobatinya tapi selalu gagal, atas saran psikiater mungkin seseorang dengan wajah mirip kekasihnya itu, bisa mengobati depresinya..” lanjutnya
.
“apakah aku mirip dengan kekasihnya.?”
.
“lihat saja sendiri..” jawabnya sambil dilayar menampilkan foto-foto pemuda tadi dengan seorang gadis yang ternyata benar wajah dan fisiknya mirip seperti aku
.
“misi kali ini bernilai 150 juta, dan akan bertambah 50juta perhari jika pemuda itu menginginkan anda tetap datang, dan setiap hari yang anda lalui dianggap 1 misi lagi sudah terselesaikan, Dikursi sebelah anda itu ada amplop berisi uang tunai sebesar 100juta hadiah dari misi terakhir anda..” katanya lagi, dan memang sejak tadi ada amplop disebelahku, ku ambil dan kumasukan ke tas.
.
“kenapa berhenti disini?..” tanyaku ketika taksi itu berhenti disebuah salon.
.
“masuklah kesalon itu, semua sudah diatur untuk anda, perawatan dan pembersihan diri, juga pakaian..”
Aku mendapatkan pelayanan perawatan tubuh komplit disalon ini. Mulai dari mandi susu, meni pedi, hingga wax dan bahkan bulu-bulu kemaluankupun dirapikan, termasuk perawatan organ intim, juga perawatan rambut..
.
Semula aku mengira akan diberi pakaian yang berbeda, atau gimana gitu, tapi ternyata setelah selesai aku hanya diminta berganti pakaian dengan rok dan tanktop hitam.
.
#
Jam 11 siang, Selesai dari Salon aku langsung diantarkan kesebuah rumah yang sangat besar. Berpagar tinggi dan dijaga oleh beberapa orang.. Taksi hanya mengantarku sampai gerbang depan, lalu dengan diantar Satpam aku dipertemukan dengan pemilik rumah..
.
“siapa nama kamu.” tanya wanita paruhbaya itu.
.
“Liana bu..” jawabku..
.
“kamu sudah mendapat penjelasankan..?” tanyanya lagi dengan nada yang terkesan angkuh..
.
“iya bu..” jawabku.
.
“ya sudah ikuti pak Dayat, dia akan mengantarkan kamu..” katanya sambil menunjuk satpam yang sejak tadi berdiri disampingku.
“Mari mbak,..” katanya memintaku mengikuti..
.
Satpam itu membawaku kebelakang rumah. Ternyata ada sebuah rumah lagi disana, terpisah dari rumah utama..
“ini tempat den Mario.. Langsung masuk aja mbak, ga usah ketuk pintu, percuma ga akan dibukain..” jelas si satpam, lalu bergegas pergi, aneh sekali.
“non..tunggu sebentar..” sebuah suara menghentikan langkahku memasuki rumah itu. Ternyata seorang perempuan tua bertubuh gemuk.
“ini non, tolong sekalian bawakan makan siang untuk den Mario” katanya sambil menyerahkan nampan berisi nasi dan minuman.. “kalo non juga mau makan nanti kedapur aja minta sama mbok..” katanya lagi.
.
“iya makasih, saya Liana mbok, panggil aja Lian ga usah pake non..”
.
“ya nanti kalo lian perlu apa-apa, minta aja sama mbok,.” katanya lagi. “den Mario itu baik, mungkin mulutnya kasar tapi cuma mulut aja..” lanjutnya.
.
Selesai mendengarkan soal si Mario dari pembantunya itu akupun masuk kedalam rumah itu,. Sebuah ruangan kosong, aku masuk keruang tengah, karena kudengar ada televisi menyala.. Disana ada sebuah televisi dan sofa dengan meja yang berantakan oleh puntung rokok dan kaleng-kaleng bekas bir..
“siapa itu…” sebuah suara keras terdengar dari dalam kamar yang ada kiri ruang tengah ini, “saya Lian.. Mau nganter makan siang..” jawabku agak terkejut.
.
“taruh aja disitu.. Cepat keluar…” bentaknya..
.
Kutaruh nampan itu diatas meja dan tetap diam berdiri mematung disitu.. Karena aku juga bingung harus ngapain, tak lama kemudian pria itu keluar dari kamar, tanpa berpakaian hanya mengenakan celana boxer.. Tubuhnya kurus, guratan tulang tampak menggaris jelas dibalik kulit putihnya.. Rambutnya acak2an dan matanya sayu, sebuah rokok yang mengepul terjepit dijarinya.. . “siapa tadi nama luh..?” tanyanya kasar.
.
“liana.” jawabku
.
“si tua bangka itu pikir dengan mengirim lonte, seperti lu, yang wajahnya mirip Diah, bakal bikin gua lupain semua hah..” ia berkata sambil mendekatiku memegang wajahku dan menekan tangannya kuat-kuat dipipiku, lalu didorongnya aku, aku langsung terjatuh karena tidak menyangka akan tindakannya itu.
Kulihat iapun sedikit terkejut melihatku jatuh, ia memandangku, menyusuri tubuhku, ah ternyata rok ku tersingkap, aku bergegas bangkit berdiri..
.
Ia mendekatiku, ada perubahan diwajahnya, dari yang terkesan marah, kini berubah menjadi seperti orang bingung.. Kembali disentuhnya wajahku, kali ini tidak kasar seperti tadi, tangannya merayapi wajahku, rambutku.. “Diah… Aku kangen kamu..” ucapnya lirih…
Dan ia langsung memelukku.. “aku sangat merindukan aroma parfum ini ..” katanya sambil menarik nafas dalam-dalam ditelingaku.. Setelah memeluk dengan cukup erat ia melepaskannya, namun tangannya tetap dibahuku.. Ia menatapku untuk sesaat, dan kemudian mengecup keningku, lalu berpindah kebibir, beberapa kali kecupan, lalu melumat bibirku, dan kubalas dengan lumatan juga, sambil melumat tangannya bergerak dari bahuku, kedadaku, dan memeremasnya.. Akupun menggerakan tanganku, menyentuh boxernya dan dapat kurasakan batang yang sudah mulai mengeras, kupelorotkan boxer itu dan kugenggam kontol nya, dengan mulut dan lidah kami tetap saling mengulum.
.

.
Dilepaskan lumatannya dimulutku, diangkatnya tanganku agar memudahkannya, melolosi tanktop hitamku, juga bra ku, diremas-remas kedua buah dadaku itu, sesekali ditarik-tarik putingnya, lalu ia menundukan kepala mengemut salah satunya sambil satu lagi tetap diremasnya. “arrhhh..eah..ah..” aku mendesah menerima semua perlakuannya itu. Bergantian kedua payudaraku itu diemut dan diremas olehnya, sebelum akhirnya ia berjongkok dan melepas rok sekaligus celana dalamku.
“selalu rapi..” ucapnya sambil membelai rambut halus diatas kemaluanku…
Lalu ia membelai bibir memekku, menyusurinya dengan kedua tangannya, lalu ia dekatkan wajahnya dan menarik nafas dalam-dalam.. “hmmmpphh…aroma kenikmatan..” ujarnya…
.
“kamu suka aroma memekku..?” tanyaku..
.
Ia menatapku, lalu “bug..” ia menonjok perutku dengan sangat kuat, “aaahhk.. Sakiit..” teriakku, dan langsung berjongkok dengan tangan memegangi perutku..
“jangan berkata seperti lonte, Diah tidak pernah mengucapkan kata-kata kampungan seperti itu..” ucapnya dengan membentak sambil berdiri, lalu Ia dengan kasar menjambak rambutku, dan menyeretku masuk kekamar. Sialan sakit sekali, mataku sampai berkunang-kunang.
.
Tubuhku dilemparkan diatas ranjangnya… “mulut kotormu harus diberi pelajaran…” ia berkata sambil mengangkangiku, “buka..” bentaknya sambil menempelkan ujung kontolnya, akupun membuka mulutku dan membiarkan batang nya mengisi tenggorokanku.. “rasakan ini mulut lonte..” ucapnya dan langsung dengan kasar menggerakan kontol nya keluar masuk, sambil sesekali tangannya menampari wajahku atau menjambak rambutku untuk membentur-benturkan kepalaku ke kasur.. Orang ini benar-benar sakit…
.
Karena gerakan dan tamparannya, sesekali gigiku mengenai kontolnya, dan setiap itu terjadi ia menojok perutku.. “anjing kena gigi lagi, gua rontokin gigi lu” bentaknya mengancam.
.
Dasar cowo sakit dia sendiri yang bikin kena gigi, malah yang disalahin aku..
Tiba-tiba ia berhenti, dan dengan enaknya duduk diatas kedua payudaraku.. “akhh.. Sakit.. Jangan disitu..” protesku..
“diam, mau muka lu yang gua duduki..!” katanya dengan nada masih membentak. Dasar pemabuk baru segitu aja udah ngos-ngos’an..
.
Tak lama kemudian ia bangkit, dan turun dari tempat tidur, mengambil minuman yang tergeletak cukup banyak dimeja kecil dikamar itu, ia menarik kursi didepan komputer duduk menghadapku yang masih telentang diatas ranjang, sambil meminum bir kaleng ditangannyaitu.
“sini.. ” panggilnya. Dengan sedikit malas akupun bangun dari ranjang, perut dan dadaku masih terasa sakit..
Kuhimpiri dia, “duduk sini..” perintahnya sambil menggerakan matanya ke arah selangkangannya aku tahu apa yang dia mau, kukangkangkan kakiku sambil kupegang kontol nya yang masih tegak dan berlumur liur bekas dari mulutku tadi. Dengan satu tangan kuposisikan kontol itu tepat dibibir memekku dan tanganku yang satu lagi kugunakan untuk membuka belahan kemaluanku, ketika ujungnya sudah terasa terjepit diantara kedua bibir itu, kuturunkan badanku, dan “jlesss…” batang itu terbenam sempurna dia liangku, dimana posisiku duduk berhadapan dipangkuannya, kutaruh tanganku di bahunya dan kugoyang-goyang pelan pantatku
.
“minum..” ujarnya menyodorkan kaleng bir itu kemulutku, dan terpaksa langsung kuminum. Lumayan untuk menghilangkan bekas bau kontolnya dari mulutku..
.
Dan kali ini, kembali raut muka si stress ini berubah, tidak lagi seperti tadi, kini ia menatapku dengan pandangan yang sejuk oleh penuh kasih, dan bahkan sesekali tersenyum, ketika goyanganku terasa terlalu keras.. Ahh.. Si stress ini ganteng kalo tersenyum.. Andai saja ketemu sebelum semua hal aneh ini terjadi, sepertinya kita bisa cocok.. sama-sama hoby mabuk, biarpun dia cinta bingit ma si Diah itu, tetap ja aku lebih cantik.. Hihihi,..
.
“kenapa senyum- senyum..?” tanya nya.
.
Upps ga nyadar jadi senyum sendiri.. “ga apa..” jawabku singkat.
.
“masa sih kontol gua seenak itu sampe senyum-senyum gitu..” ucapnya
.
Ah anjrit nih si stres, tadi aku cuma nyebut memek aja sampe di tonjokin, sekarang dia enteng banget nyebut kontol..
.
Kutekan kepalanya kedadaku, dan akupun mulai bergerak naik turun diatas nya, “akh.. Akh.. Akh..” desahku,. Sesekali kugerakan memutar dikontol nya, “akh.. Iya teru..ss akh,akh..” suaranya dia antara mulutnya yang terbekap, kedua daging kembarku.
.
“ahh..akh..kh..” suara desahanku ketika tangannya meremasi kedua dadaku itu, dan akupun semakin cepat bergerak naik turun, dimana kali ini ia pun turut bergerak menyodokan kontolnya dimemekku.. Birahi membawa kami terbang, aku merasakan memekku terasa sudah begitu sangat basah, suara kecipak dari pergesekan kelamin kami sesekali terdengar diantara desahan..
.
Ia menarik tubuhku dari atasnya, kami sama-sama berdiri aku menghadap kursi dengan satu kaki diatas kursi dan tangan bertumpu diatas sandaran kursi, Ia kembali memasukan kontolnya sambil berdiri, kembali memekku dihujami tusukan benda lunak nan keras, dan dengan sangat menikmatinya, kusambut setiap tusukan itu dengan goyangan yang membuat si empunya kontol mengelinjang dan meraung merasakan nikmat nya sensasi jepitan lembut didalam celah hangat diselangkanganku ini…
.
“akh..aku.. Akhhh..” teriakku ketika orgasme itu sampai.. Namun aku juga masih sempat merasakan denyutan dibatangnya sebelum akhirnya, cairan kental hangat membasahi lobangku, menyusul orgasmeku.. Kami terjatuh dilantai, dalam lelah nikmat birahi,..
“kenapa mau saja, melakukan ini..? ” tanya nya ketika kami masih sama-sama terbaring dilantai..
.
“aku butuh uang nya..” jawabku
.
“untuk apa?..” tanyanya lagi.
.
“kakak yang lagi dirawat dirumah sakit…”
.
“klasik banget..” ucapnya
.
“bodo.. Emang kenyataannya gitu..” jawabku mulai bete dengan nada bicaranya.
.
Ia bangkit, keluar kamar, dan kembali lagi dengan membawa nampan nasi yang tadi kubawa.
Kembali duduk disisiku.. “makan yuk..!” katanya sambil menepuk badanku. Akupun bangkit.. “nih..” dia menyodorkan sendok yang berisi nasi dan lauknya ke depan mulutku… Dan bagai tersihir aku membuka mulutku menerima suapannya.. “enak…?” tanyanya sambil tersenyum, sweet maksimal bingit tuh smile…
.
Aku hanya mengangguk, dan kuambil minuman untuk menghilangkan haus dan canggung, karena ini pertama kali aku disuapi cowo, walau dalam kondisi bugil dan masih terasa sangat lengket diselangkangan akibat cairan sperma yang belum sempat kubersihkan.. Kami makan satu piring berdua sampai habis.. Setelah itu kami mandi bersama, saling membersihkan diri…
.
Hari itu Mario bercerita tentang pacarnya si Diah itu. Ternyata pacarnya meninggal karena kecelakaan, namun ia menduga kecelakaan itu rekayasa ayahnya, yang tidak setuju akan hubungan mereka, dan yang mengejutkan ternyata ayah si Mario ini, adalah Wicaksana Prawiro, nama yang sama yang ada didaftar transfer ..
.
“sudah sore pulanglah…!” katanya padaku, “ehm..besok.. Aku datang lagi..?” tanyaku..
.
“datanglah lebih pagi.. Aku akan mengajak kamu, kesuatu tempat..” katanya..
.
~
.
” tunggu mbak.. Bapak mau ketemu..” pak Dayat satpam yang tadi mengantarku, mencegahku pulang..
Aku diantar masuk kerumah besar itu, kesebuah ruangan yang besar.. Seorang pria dengan tubuh gemuk besar duduk disofa,
.
“duduk..” katanya, sambil menepuk sofa disebelahnya. akupun duduk disamping nya.. “bagaimana apa dia memintamu datang lagi..?”
.
“iya pak..” jawabku.
.
“dia ada cerita sesuatu?..”
.
“cuma soal pacarnya..” jawabku lagi.
.
“hmmm…” ia menarik nafas dalam-dalam ” pasti dia menyalahkan aku kan..” ucapnya
.
Aku hanya mengangguk,
“tolong ikuti semua maunya, aku akan jamin hidupmu dan keluargamu, aku tahu kalau kau ada kakak yang sedang koma, akan kubiayai sampai sembuh..” ucapnya.. kalau dilihat tampaknya pak wicaksana ini, sangat menyayangi anaknya, jika aku bisa mendampingi anaknya mungkin aku bisa menjadikannya sebagai jalan keluar untuk lepas dari penelpon itu.
.
.
Supir pak Wicaksana mengantarkanku kekontrakan, ternyata mama sudah ada disana..
“mama ada disini..” tanyaku.
.
“kamu benar-benar tidak pernah mau mendengar apa yang dibilang orang tua..” bentaknya.
.
“maaf mah.. Tapi kali ini Lian yakin, Lian bisa membuat kita lepas dari permainan ini..” jawabku berusaha meyakinkan..
.
“beberapa generasi keluarga Lau, tidak pernah bisa terlepas dari ini. Memang kamu bisa apa, yang kamu bisa selama ini cuma mabuk dan hura-hura” katanya keras..
.
“dari cerita mama jika permainan ini tidak dilanjutkan akan ada korban, Lian ga mau mah salah satu dari kita jadi korban atau tiba-tiba hilang.”..
.
“pokoknya mama tidak mau tahu. Kamu harus berhenti…” bentaknya
.
“Lian ga mau.. Lian akan terus..” kataku sambil kembali pergi, karena jika salah satu dari kami tidak pergi keributan ini tidak akan pernah selesai.
.
Aku langsung kerumah sakit, dan mencurahkan keluh kesahku kepada Ci Fany, yang terbaring diam tak berdaya.
..
“lagi ada masalah..?” tanya Suster Evi, yang sedang memeriksa infus di ci Fany..
Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya itu, memang kami sudah cukup akrab tapi tetap tidak mungkin aku cerita tentang masalahku….
.
Dan tanpa menghiraukan larang mama, aku kembali datang ketempat Mario, dengan diantar Taksi itu.. Belum ada perintah aneh yang harus kulakukan, ia hanya memintaku untuk sebisa mungkin menjalin hubungan yang erat dengan Mario.
Hari itu Mario mengajakku untuk keluar. Mengunjungi tempat-tempat yang biasa dikunjungi dengan Diah, Mario sangat bersemangat menceritakan kisahnya. Sangat membosankan buatku.
.
Dan sorenya pak Wicaksana kembali menanyakan segala hal tentang yang kulakukan bersama Mario tadi, namun kali ini dikantornya, sopirnya membawaku ke kantornya sebelum pulang..
.
Aku merasa ini kesempatanku setelah melihat ia cukup puas dengan perkembangan Mario..
.
“Darimana kamu dapat ini…?” tanyanya sambil melihat kertas yang berisi bukti transfer, namun tidak nampak keterkejutan diwajahnya.
.
“dari tempat cici Saya..” jawabku
.
“jelaskan dari awal sejelas-sejelasnya..” kata Dia lagi.
.
Dan akupun menjelaskan semuanya, tapi tentu saja tidak kuceritakan tentang seks yang harus kulakukan demi misi-misi itu..
“transaksi yang kau gagalkan itu, adalah tender ulang untuk menggantikan perusahaan pak Simon..” jelasnya.
.
“jadi semua ini, berhubungan…?”
tanyaku
.
“iya, dan target yang ingin dihancurkan adalah aku…!” jelasnya “kecelakaan Diah, untuk membuat depresi Mario juga oleh mereka..”
.
“mereka itu siapa..?” tanyaku
.
“sebuah kelompok yang sudah ada sejak dahulu, seperti sebuah sekte, mereka menguasai hampir 80% ekonomi di Asia..” jelasnya.
.
“tapi kenapa keluarga saya terus yang dipaksa melakukan ini..?”
.
“entahlah, yang kutahu tidak sampai sejauh itu.. Untuk sementara ikuti saja permainan mereka.. Tapi Kamu harus segera memindahkan kakakmu, usahakan jauh dari Jakarta, aku tidak bisa bantu karena mereka mengawasiku sangat ketat..” jelasnya..
.
Memindahkan ci Fany bagaimana mungkin, mama pasti tidak setuju, tapi jika tidak kulakukan aku takut nyawanya terancam, jika dengan orang sekelas pak Wicaksana saja mereka bisa seperti itu, apalagi dengan keluargaku..

Author: 

Related Posts