Cerita Sex Tusuk Konde – Part 5

Cerita Sex Tusuk Konde – Part 5by adminon.Cerita Sex Tusuk Konde – Part 5 Tusuk Konde – Part 5 Akhir Hayat Sang Jawara Tua Sambil bersenandung kecil Astrid menikmati air hangat yg mengguyur dari shower-sprayer diatas kepalanya, dibasuhnya keringat yg serasa begitu lengket ditubuhnya. Lengket? Tak ada yg lebih lengket dari apa yg menyumpal divaginanya, cairan kental berwarna keputihan yg disemburkan dari penis orang yg dikasihinya itu. Dikoreknya liang […]

multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-7multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-6  multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-8Tusuk Konde – Part 5

Akhir Hayat Sang Jawara Tua

Sambil bersenandung kecil Astrid menikmati air hangat yg mengguyur dari shower-sprayer diatas kepalanya, dibasuhnya keringat yg serasa begitu lengket ditubuhnya. Lengket? Tak ada yg lebih lengket dari apa yg menyumpal divaginanya, cairan kental berwarna keputihan yg disemburkan dari penis orang yg dikasihinya itu. Dikoreknya liang vaginanya, seraya diperhatikannya cairan kental diujung jemarinya, yg kemudian didekatkan pada hidungnya, keningnya berkerut saat mencium aromanya, kemudian tersenyum

Sudah hampir pukul sebelas malam saat Astrid selesai mandi, dan kemudian mengenakan kimononya bersiap untuk tidur.
Masih terbayang momen terindah dalam hidupnya saat berasik masuk dengan Bimo, seraya dia tersenyum.

Dan, ah..mahluk itu, mahluk yg ikut nimbrung menikmati keperkasaan Bimo, siapa atau apa sebenarnya mahluk yg ia rasakan kehadirannya beberapa malam ini, dan ini sudah malam yg keempat, dan muncul pula disaat dia bersama Bimo tadi. Mahluk sial..! dan mengapa juga dia selalu memanggilku dengan sebutan perempuan-bodoh, pikir Astrid.

Ataukah barangkali kini aku memiliki kepribadian ganda? pikir Astrid. Terbayang didalam benaknya tentang seorang psikopat berkepribadian ganda yg melakukan pembunuhan berantai, yg pernah disaksikannya dalam film-film thriler hollywood. Pada film itu dikisahkan tentang seorang laki-laki yg memiliki dua kepribadian, kepribadian yg pertama adalah seorang yg baik,sabar dan memiliki jiwa sosial yg tinggi, sangat bertolak belakang dengan kepribadian yg satunya, yg jahat,kejam dan memiliki naluri membunuh yg tak terpuaskan. kepribadian yg baik pada pria itu selalu berusaha untuk melawan dan menghalangi naluri membunuh dari sikepribadian jahat, namun selalu sijahat yg menang dan berhasil menguasai raga dari pria itu yg pada hampir setiap malam selalu mencari korban untuk memenuhi hasrat membunuhnya. Serasa bergidik diri Astrid saat mengingat cerita film itu, lalu kemudian membandingkannya dengan dirinya.

” Perempuan bodoh..masih ada yg harus kita lakukan malam ini ” bisikan itu muncul lagi. Sial..pikir Astrid, padahal dirinya sudah betul-betul ngantuk saat itu.

” Apalagi..? aku letih dan ngantuk ” ujar Astrid

” Diam kau..aku yg menentukan kapan kau istirahat..ingat kau telah aku bantu melenyapkan orang yg kau benci..sekarang giliran kamu yg membantu aku mencari dan melenyapkan orang yg telah membunuhku”

Orang yg telah membunuhnya?, apalagi ini? Pikir Astrid.

” Kalau kau sudah mati bagaimana kau bisa berbicara, siapa kau sebenarnya? ” tanya Astrid bingung

” Kau terlalu banyak bertanya perempuan bodoh, baiklah namaku Romlah, dulu aku seorang ronggeng, juga cantik seperti dirimu. Kini aku hanyalah roh dari masa lalu, roh dari orang yg telah mati dibunuh, dan dari penciumanku aku merasakan bahwa orang yg membunuhku dulu masih hidup dan masih berada ditanah ini, untuk itu bantu aku malam ini untuk menemukannya. Sekaraaang..”

*****

Mobil Astrid meluncur menembus malam kota Jakarta, tangannya yg memegang setir hanya mengikuti tuntunan dari roh yg baru ia tau bernama Romlah itu. sampai akhirnya Astrid tiba dikawasan pemukiman yg masih asri didaerah Condet, seraya diparkirkannya kendaraannya ditepi jalan yg cukup lengang. Kakinya mulai melangkah bagaikan robot yg mengikuti kemauan sang pengendali, dan sang pengendali itu adalah Romlah, atau tepatnya adalah roh dari Romlah yg hendak menuntut balas atas kematiannya beberapa puluh tahun silam.

Kini Astrid tiba disebuah rumah yg tak terlalu besar namun memiliki halaman yg cukup luas yg dikelilingi oleh pagar tembok setinggi tiga meter.

Bau apek tubuh jahanam itu semakin dekat kurasakan.. bisik roh itu kepada Astrid.

Begitu kaget Astrid, manakala dirasakan tubuhnya dengan begitu cepat merayap keatas bagaikan seekor laba-laba pada dinding pagar tembok itu, dan setelah berada diatas pagar, tubuhnya kembali merayap kebawah, kali ini dengan posisi kepala dibawah dan kakinya dibagian atas, persis seperti seekor laba-laba saat merayap turun, gerakannya begitu gesit dan cepat, mengingatkannya pada film action Spiderman.

Dengan gesit Astrid mengendap-endap dihalaman rumah itu, roh Romlah yg menuntunnya seolah begitu paham harus menuju kemana langkah kakinya, seraya diketuknya pintu yg berada tak jauh dari teras rumah, sepertinya itu adalah pintu kamar dari pada orang yg akan dicarinya, sehingga tak perlu bersusah payah memasuki lebih jauh kedalam rumah.

Tak sampai satu menit berselang setelah pintu itu diketuk, pintu itu dibuka oleh sosok laki-laki tua dengan rambut dan janggut berwarna putih, kulitnya yg keriput menandakan usianya berada diatas 70an bahkan mungkin lebih, bisa jadi 80an. Kulit-kulit lengannya yg mengendur menandakan bahwa masa mudanya lelaki ini memilki tubuh yg berotot. Namun yg mencirikan penampilannya adalah bekas irisan luka atau codet dipipi sebelah kirinya.

Bukan kepalang terkejutnya mata lelaki tua itu menatap Astrid, sepertinya orang itu pernah mengenal Astrid sebelumnya.

Ee..elu Romlahkagak mungkin .. ujar lelaki tua itu, seolah tak percaya dengan apa yg dilihatnya.

Hal yg membuat Astrid bingung adalah mengapa lelaki tua itu langsung menganggapnya Romlah begitu melihatnya. apakah wujudnya memang telah berubah menjadi wujud Romlah, atau dengan kekuatan tertentu yg dimiliki roh yg bersemayam dalam tubuhnya ini, sehingga lelaki tua itu melihat dirinya seolah-olah seperti melihat Romlah?, atau mungkin memang wajah Astrid mirip Romlah?.

Dengan gerakan cepat Astrid mendorong tubuh lelaki tua itu, seraya merangsak masuk kedalam ruangan dan menutupnya kembali.

Romannya elu masing inget gua Bagol.. tapi nyang elu liat ini bukan Romlah, dia cuman orang laen nyang raganya gua pinjem.. lu musti heran kan?, kenape dia mirip bener sama gua.. tapi itu bukan urusan lu, Sekarang gua mau tanya, siapa nyang suruh elu bunuh gua? Gua tau elu cuman anjing suruhan.. ujar Astrid, sambil mencengkeram leher lelaki tua yg ternyata adalah Bagol yg beberapa puluh tahun lalu menghabisi nyawa Romlah.

Am..ampun rom, ampunin gua..gua cuman orang suruhan, Mumun nyang suruh gua..si Mumun ratap Bagol

Setan.. udah gua duga emang , sundel itu biang keroknya.. dimana tuh sundel sekarang?

Di..dia udah mati rom, ditembak ABRI, dia kesangkut PKI.. semua orang-orang Gambang-Kromong Kembang- Goyang diangkut, semuanya kagak ada nyang balik satu acan, termasuk Babah Lie.. terang Bagol, sambil menahan nyeri pada lehernya.

Bajingaaan mustinya dia mati ditangan gua geram Astrid, sambil wajahnya menengadah kearah langit-langit. Kesempatan yg hanya sepersekian detik itu dimanfaatkan oleh Bagol untuk melepaskan cengkraman tangan Astrid dengan cara memuntir pegelangan tangan Astrid dan mendorongkannya, sehingga tubuh Astrid terjerembab menghantam sebuah meja.

Gerakan lelaki tua itu masih cukup cekatan untuk orang dengan usia 80an tahun, dengan berjungkir balik dilantai, tubuh Bagol mendekati sebuah buffet yg kemudian dibukanya salah satu lacinya, sebilah golok dari dalam laci berhasil diraihnya.

Dasar perempuan sundel luh..lu emang musti gua matiin dua kali tantang bagol sambil menghunuskan golok ditangannya.

Dengan bernafsu tubuh Bagol maju merangsak kearah Astrid seraya mengibaskan goloknya tepat kearah leher Astrid, yg dengan mudah Astrid menghindar hanya dengan menggeserkan sedikit kepalanya kebelakang, sehingga tubuh Bagol terhuyung nyaris menghantam meja didepannya.

Jahanam luh.. Gua belah pala luuu hardik Bagol, yg kembali menyerang sambil mengibas-ngibaskan goloknya membabi buta kearah Astrid, yg dengan lincah menghindari serangan Bagol dengan sesekali tubuhnya meloncat keatas saat golok Bagol mengarah kekakinya.

Hingga pada suatu kesempatan disaat golok Bagol mengibas kearaah wajahnya, dengan cepat tangan kiri Astrid memegang pergelangan tangan Bagol yg memegang golok, seraya kaki kanan Astrid menyepak kearah betis Bagol. Brukktubuh tua Bagol ambruk, jatuh telentang diatas lantai, dan lehernya kembali berada dalam cekikan tangan kanan Astrid.

Begini kan dulu elu matiin gua.. sekarang giliran elu nyang ngalamin, nih elu rasain..huhh ujar Astrid, seraya tangan kanannya mencengkram dengan kuat leher Bagol, yg diikuti dengan erangan tertahan bagol dalam hembusan nafasnya yg terakhir.

Kkeekkkkkkk..aahhggggggaaaakkk..eeehhhh erang bagol, seraya tubuh itu lunglai menandakan nyawanya telah lepas dari raganya, matanya mendelik persis seperti kematian Romlah beberapa puluh tahun lalu ditangan lelaki tua itu..

Bersambung

Author: 

Related Posts