Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 22

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 22by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 22Berbagi Suami Bule – Part 22 THE REAL DUCK By : Marucil Spoiler for The Real Duck: Aku membukakan pintu untuk Zaskia, ia masuk terlebih dahulu sembari tersenyum kepadaku. Kuikuti langkahnya dan kututup pintunya. Zaskia manaruh tas dan barang bawaanya diatas sofa lalu ia membuka jaket panjang yang ia kenakan dan menaruhnya ditempat yang sama. […]

multixnxx-Black hair, Asian, Anal, Shaved, Fingering-1 multixnxx-Black hair, Asian, Anal, Shaved, Fingering-5 multixnxx-Black hair, Asian, Anal, Shaved, Fingering-9Berbagi Suami Bule – Part 22

THE REAL DUCK
By : Marucil

Spoiler for The Real Duck:

Aku membukakan pintu untuk Zaskia, ia masuk terlebih dahulu sembari tersenyum kepadaku. Kuikuti langkahnya dan kututup pintunya. Zaskia manaruh tas dan barang bawaanya diatas sofa lalu ia membuka jaket panjang yang ia kenakan dan menaruhnya ditempat yang sama. Ketika ia menaruh Jaketnya tubuhnya sedikit membungkuk dan aku baru menyadari bahwa ia tidak mengenakan celana dalam. Aku dapat melihat jelas belahan Vaginanya dari belakang begitu serasi dengan gaun putih yang ia kenakan. Lalu Zaskiapun duduk diatas sofa dan menghela nafasnya. Tetapi aku terdiam , aku hanya berdiri membisu melihatnya.

“Kook diem aja sih, duduk sini dong” ajaknya.
“Ahhh iya mba, maaf” jawabku kaku.

Akupun menuruti permintaanya, aku duduk disampingnya namun agak menjauh darinya.

“Kok duduknya jauhan sih sini atuh deketan juga ngak apa apa” Tanya dia lagi.

“Ahh iya Mba, habis aku canggung baru kali ini aku duduk disamping artis kaya mba” jawabku

“Yah, eneng kan juga orang biasa sama kaya kamu.” “Nama kamu tadi siapa yah? Bastian kan ya?” Tanyanya melanjutkan.

“Iya Mba namaku Bastian.” Jawabku masih sedikit kaku, aku masih saja terpana akan kecantikanya.

“Hmmm, Jangan panggil Mba dong, panggil nama aja kalau mau.” Lanjutnya

“Ya kan Mba kan lebih tua dari aku kan, yah ngerasa gak enak aja” Balasku.

“Halah yah gak apa apa atuh, jaman sekarang the masih aja permasalahin umur”

“Bastian, mau mulai sekarang?” Tanyanya lagi.

“Mulai apa mba?” Tanyaku tak mengerti.

“Kok tanya, tadi kan kata mas Robert kamu boleh Ml sama Neng, ya kalau mau mulai sekarang yah hayuk atuh” Ajaknya.

“Ohh itu yah, gimana yah,” aku mulai berfikir.
“Tapi kalau kita ngobrol ngobrol dulu aja bisa gak mba. Itu makanya aku milih disini aja dari pada dikamar tadi. Niatnya sih mau ngobrol ngobrol aja dulu sama Mba Zaskia” terangku.

“Ohh kalau maunya gitu yah gak apa apa sih,” jawabnya tersenyum.

” Oh ya udah kalau gitu Neng ke kamar mandi dulu yah badanya lengket nih pengen bersih bersih dulu”

“Ya Silahkan Mba”

“Zaskia gak usah mba mba an ahh”

“Iya iya, Zaskia”

“Naah gitu kan kedengeranya lebih akrab.” Jawabnya dengan muka sedikit murung. Lalu iapun berdiri dan menuju kamar mandi.

Aku membuka sebuahkulkas kucari minuman yang sedikit menyegarkanku dari pengaruh minuman alkohol. Untung saja ada sebotol minuman lemon, lumayan untuk membuat mata menjadi melek lagi. Sambil menunggu Zaskia dari kamar mandi aku menuju jendela untuk sekedar melihat pemandangan lalu aku kembali duduk dan kembali termenung. Rupanya aku masih Gerogi karena berhadapan dengan seorang publik figur seperti Zaskia. aku terus berfikir apa lagi yang harus kukatakan. Karena aku sadari kata kata yang keluar barusan sangat begitu kaku dan bisa membuat suasana menjadi tidak nyaman. apa yang harus aku lakukan dan aku katakan padanya ketika ia keluar dari kamar mandi nanti.

Pada dasarnya aku senang senang saja mendapat kesempatan bisa ML dengan seorang artis ibukota seperti Zaskia Gotik. Namun entah mengapa ada perasaan dalam hati agar aku tidak hanya mengambil kesempatan ini untuk ml semata. Hatiku berbicara situasi ini akan bisa terulang lagi bila tidak sekedar hubungan sex. Namun apa. Akhirnya Zaskia keluar dari dalam kamar mandi, ia masih mengenakan jubah mandi. Ia terlihat begitu segar dan wajahnya nampak begitu berseri. Rambut panjangnya ia ikat kebelakang hingga memperlihatkan lehernya yang cukup jenjang.

“Udah selesai Mba eh Zaskia?” Tanyaku
“Sudah kok, kamu gak sekalian mandi biar seger” tanyanya sambil tersenyum.

“I inii juga niatnya mau mandi dulu sih, yah udah kalau begitu aku gantian masuk kamar mandi deh” jawabku terbata bata.

“Ya udah neng tunggu ya?” Sambungnya.

Akupun menuju kamar mandi. Kubuka keran di wastafel dan kubasuh mukaku dengan air. Kuambil sabun yang disediakan dan kubersihkan mukaku dari minyak yang menempel. Kurasakan nafasku begitu kental dengan aroma alkohol sehingga aku juga menyikat gigiku untuk menghilangkan aroma tersebut. Kunyalakan air hangat di shower dan kubasahi tubuhku untuk sekedar menyegarkan tubuhku yang bermandikan peluh. Kubersihkan juga area kejantananku dengan sabun untuk bersiap akan kemungkinan yang bisa saja terjadi. Aku hanya sebentar saja menyiram tubuhku dengan air hangat lalu aku kembali kedepan cermin. Kulilitkan tubuhku dengan jubah Mandi dan kuikatkan dipinggangku.

Kupanbdangi sendiri wajahnya yang kebabnyakan orang bilang cukup ganteng. Yah memang banyak orang yang mengakuinya. Bahkan ketika aku SMA banyak teman teman wanitaku yang memperebutkanku tetapi sama sekali tak ada yang aku terima karena pada saat itu aku tidak diizinkan untuk pacaran. Dahulu wanita tidak begitu penting bagiku, bahkan semasa remajaku tidak pernah sekalyang naamnya berdekatan dengan seorang wanita. Padahal begitu banyak wanita yang mengantri untuk berdekatan denganku. Tetapi sekarang hal itu menjadi hal yang menurutku cukup mudah. Walau aku terkadang masih cukup canggung berhadapan dengan wanita, tetapi sampai detik ini aku sudah banyak sekali berdekatan dengan makhluk terindah di muka bumi ini.

Memang sekarang wanita bukalan persoalan dalam hidupku. Keberuntungan masih terus memihakku untuk berdekatan dengan wanita wanita cantik. Seperti halnya dengan Zaskia Gotik yang tengah menunggu diluar kamar mandi. Aku masih saja tak menyangka kalau ini adalah kenyataan. Aku masih menganggap ini seperti mimpi. Karena, siapa coba yang bisa menyangka bisa berdekatan dengan orang secantik dia, orang yang publik kenal sebagai seorang artis. Artis. Jantungku kembali berdebar ketika mengingat Zaskia adalah seorang Artis yang memiliki beribu penggemar diluar sana. Apa jadinya kalau publik tahu kalau Idolanya pernah berhubungan dengan lelaki sepertiku. Lelaki bertubuh kecil dengan tampang ganteng seadanya. Ah sudah lah aku tak mau menahu urusan itu. Satu hal yang aku terus pikirkan sedari tadi ialah. Kata kata apa yang harus aku keluarkan untuk berbicara denganya?

Aku Beranikan diriku dan kubulatkan Tekat. Aku sudah pernah mengalami hal semacam ini, anggap saja Zaskia sama seperti wanita yang selama inbi kutemui.

Aku keluar kamar mandi dengan keyakinan tinggi aku mampu berinteraksi baik denganya. Kulihat zaskia sedang duduk didepan meja Rias, Ia tengah menghadap cermin dan mengusap wajahnya, mungkin menggunakan cream atau sejenisnya sama seperti semua wanita dimuka bumi ini.

“Maaf yah Mba agaak lama di kamar mandinya”
“Iya gak apa apa” jawabnya singkat.

Aku duduk diatas kasur dan kucoba meregangkan ototku yang masih kaku. Lalu tiba tiba Zaskia menghampiriku dan duduk tak jauh dari tubuhku. Ia duduk sambil memegang gelas berisi minuman yang sama dengan minuman yang tadi aku minum. Pasti alasanya sama sepertiku agar tubuh menjadi sedikit lebih segar.

“Udah seger Bas?”
“Udah mba”

“Tuhh masih manggil Mba wae ih, manggil Eneng aja deh yah”

“Iya deh Eneng”

“Udah deh gak usah kaku kaku gitu deh, anggep aja neng teeh temenya Bastian”

Aku tersenyum.

“Neng Zaskia mau aku buatkan teh atau Kopi nggak?”
“Boleh boleh kalau Bastian mau buatin, neng Tehh aja ya” jawabnya dengan senyum khasnya. Matanya terlihat cukup sipit tanpa taburan make up.

Kubuatkan Zaskia secangkir teh hangat, akupun membuat secangkir untuk diriku sendiri. Kubawa dua cangkir teh menggunakan baki yang tersedia dan kutaruh diatas kasur. Kami menyeruput Teh itu untuk menghangatkan badan kami. Lalu Zaskia mengambil sebungkus rokok dari dalam tasnya dan menikmatinya sebatang.

“Kamu ngrokok nda Bas?” Tanya dia
“Iya gampang nanti aja neng.”

“Neng Zaskia aku boleh tanya sesuatu gak? Tapi kalau nda mau jawab juga gak apa apa sih”

“Memang mau tanya apa ke Eneng?” Jawabnya sambil menyilakan kedua kakinya.

“Tapi sebelumnya jangan tersingguh ya, aku bukan bermaksud apa apa kok cuma pengen tahu aja sih” Jelasku.

Zaskiapun hanya menganggukan kepalanya sambil menghisap rokoknya yang tinggal setengah.

“Memang neng Zaskia sejak kapan terjun bisa dipakai buat nemenin seseorang untuk urusan, eseek eeseeek” Tanyaku perlahan memastikan ia tidak tersinggung. Tetapi Zaskia hanya terdiam dengan muka sedikit merenung. Aku takut ia tersinggung.

“Yaah, kok kamu nanyain itu sih?” Jawabnya terlihat serius.

“Maaaf maaf, kalau gak mau dijawab gak apa apa sih” Mampus salah tanya aku.

“Enggak, habis jarang aja sih yang tanya begituan ke Eneng.” Jawabnya.

“Awalnya eneng juga gak nyangka Bas jadi seperti ini, siapa sih yang mau ngejual tubuhnya demi uang. Tapi yah kelamaan Eneng juga menikmatin sendiri, malah dengan kayak gini karir Eneng jadi cepet meroket. Kadang Eneng tidur sama Produser biar dibuatkan album terkadang juga eneng diminta menemani Bos yang ngebayar konser eneng……”

Zaskua terus menceritakan cerita kelamnya selama berkaris sebagai penyanyi dangdut. Aku sesaat menjadi iba mendengar ceritanya. Ternyata lagi lagi ini adalah pilihan hidup yang terkadang menjerat manusia yang mau tidak mau harus mengambil pilihan yang bertentangan dengan jalan hidupnya. Layaknya seorang Zaskia Gotik, ia tidak pernah sedikitpun mengharapkan menjadi Artis yang bisa di boking, tetapi jerat Industri dan budaya yang telah bertahun tahun terjadi di Indonesia membuatnya sama sekali tidak bisa menolak. Ia harus melayani setiap permintaan orang yang membayarnya. Dilema memang, disatu sisi mereka menjadi wanita hina, disisi lain karir mereka dapat dengan mudah meroket. Memang bukan hal yang baru di Indonesia tercinta ini. Aku mendengar setiap cerita Zaskia yang begitu memilukan, bagaimana ia ketika masih menjadi penyanyi cafe dan penyanyi dangdut di panggung panggung kecil dengan penuh resiko. Kulihat matanya mulai berkaca setiap kali ia menceritakan. Masa lalunya yang cukup kelam. Ternyata menjadi seorang publik Figur terutama dalam dunia hiburan adalah tantangan yang sangat besar. Kita tidak bisa menentukan diri kita menjadi orang yang suci ata orang yang sangat hina. Semuanya ditentukan oleh Benda yang disebut Uang. Dengan Uang semua dapat dibeli termasuk harga diri seseorang.

Aku menjadi merasa bersalah menanyakan hal itu. Aku mengungkapkan rasa bersalahku padanya. Bukan maksud hati untuk mengungkit coretan merah dibuku kehidupanya. Ku coba mengusap pundaknya untuk sekedar menenangkan hati. Aku tahu itu tak mengubah apapun hanya akan menambah beban psikologi saja. Namun Zaskia dapat mengerti dan ia tidak mempermasalahkan aku menanyakan hal itu.

“Maaaf yah Mba, aku bener bener gak nyangka kehidupan Mba Zaskia sampai segitunya. Aku sungguh gak nyangka. Maaaf bukan maksud mengungkit cerita yang dipendam” Rajuku.

“Udah lah Bas, Hidup Eneng udah terlanjur kaya gini, mau digimanain lagi yah sudah terjadi. Toh Eneng juga menikmatinya kok, jadi Bastian gak usah ngerasa bersalah yah”

“Udah kan cuma itu yang Bastian mau tahu?”
“Iya cuma itu aja”

Kami saling bertatap muka dan saling menatap tanpa arti satu sama lain.

“Jadi Sedih nih Eneng nginget nginget masa lalu.”
“Aduh jangan sedih dong, nanti cantiknya ilang loh”

“Halah gombal kamu” jawabnya sambil manyun.

“Yahh gombal sedikit gak apa apa kan?”

“Eh mau nanya lagi dong” tanyaku
“Apalagi?” Jawabnya

“Eehhhhh, kalau di panggung konser gitu, suka ada yang jahil nggak?”

“Hmmmm, itu mah banyak. Ada yang suka nyolek2 paha, pegang pegang pantat, bahkan ada yang mau ngeremes tetep”

“Masa sih sampe kaya gitu” tanyaku tak percaya.

“Beneran bas, itu kalau eneng manggung di daerah daerah, uhh penontonya tuh liar liar banget. Eneng. Kadang suka ngeri sendiri”

“Wahh ngeri juga yah”

“Ehh tapi kok goyanganya eneng kok namanya Goyang itik sih?” Tanyaku sedikit memancing.

“Yah kan memang kaya itik kan? Hehe, suka gak sama goyangan eneng tadi?” Tanyanya cukup membuatku tergoda.

“Yah suka kok, habis goyangan eneng sedikit sensual sih, heheh, maaf loh yah”

“Gak apa apa kok” jawabnya sedikit tersipu.

“Tapi emang gak susah yah goyang kaya gitu sepanjang lagu?” Tanyaku tertarik
“Yah kalau udah kebiasa sih gak bakal susah, mau eneng ajarin gak”

“Ajarin goyang itik, aah gak usaah aahhh” jawabku sedikit menolak.

“Udah gak usah malu malu, yuk kita berdiri.”

Zaskiapun mengajaku beranjak dari tempat tidur. Ia mengambil Hanphonya dan memutar lagu miliknya “Satu Jam Saja” Zaskia mengajariku posisi dalam goyang Itik, ia memintaku menirukan semua gerakanya. Akupun hanya bisa menuruti permintaan dari dara cantik ini. Aku membungkukan tubuhku dan sedikit mengetrilkan pinggulku dan kucoba menggoyangkanya seperti yang dilakukan Zaskia. Namun ternyata sulit juga menirukan gerakanya. Bukanya pantatku yang bergoyang malah tubuhku semua ikut bergoyang

“Hahahaha, bukan kaya gitu Bas, yang digerakin yang bawahnya ajaaa”. Zaskia tertawa melihat gerakanku

“Yaahhh aku kan gak biasa Neng”

“Siniii berdiri dibelakang eneng”

Zaskia memegang lenganku dan mengarahkanku untuk menirukan gerakanya lagi. Ia menyondorkan pinggulnya kebelakang yang membuatku ikut memundurkan pinggulku juga. Lalu ia menyontohkan cara menggerakan pantat agar menjadi Goyang Itik yang sempurna. Awalnya dia hanya bergoyang saja, namun kelamaan tanpa ia sadari bokongnya telah menggesek gesek penisku yang otomatis membuat penisku beraksi. Seketika penisku langsung tegang dan semakin terlihat menonjol di jubah Mandi yang aku kenakan.

“Ahhhh ahhhhh, udaah mbaaa stooop, udahhh aahhhhhh geli geli”

“Geli kenapa sih?” Protesnya

“Habis pantanya neng dari tadi kegesek ke anunya aku terus nih heeee” jawabku dengan sangat malu.

“Ohhhhh, maaaf deh, habis keasyikan goyang jadi gak sadar kena anunya Bastian, Tapi gak kenapa kenapa kan anunya?” Tanyanya menggodaku.

“Yah nggak apa apa sih, masih utuh, tapi jadi berdiri.hehehe” candaku.

“Yah kalau berdiri kan wajar gimana sih kamu” Timpalnya.

Aku hanya tersenyum. Dan ia kembali berdiri menghadapku. Tubuhku memang kalah tinggi olehnya namun nampaknya ia tidak mempermasalahkanya sama sekali. Dari tadi ia tidak pernah menyinggung masalah tinggi badan sama sekali.

“Terus kalau udah berdiri diapain dong Bas? Eneng penasaran nih” Ia mulai sedikit menggoda.

“Yaaahh digimanain yaaah” jawabku bingun mau menjelaskan apa.

“Diginiin bisa?” Jawabnya sambil memegang penisku dari luar Jubah Mandi.

“Aahhhhhhhhhh” aku kaget tiba tiba ia memegang penisku. Mukaku semakin memerah karenanya. Aku tak nyangka dia yang akan agresif lebih dahulu.

“Ahhhh, digiii tuuin juuga bisaa sihhh”

“Hmmm Bastiaan bastian, kamu lucu deh”

“Lucu apanya Neng?” Tanyaku memastikan.

“Yahhh lucu ajaa, boleh kan aku bilang kamu lucu”

“Iyaa boleh kook.”

“Bastiaan, masih mau Ml sama Eneng?”

“Aaahhhhh, ML ehhhhh” jawabku kaget.
“Iya ML. Kan tadinya kita kesini kan mau ML kan karena Bastian menangin tantangan dari Mas Robert”

“Ohhh, yah mau sih Neng kalau nengnya gak keberatan aja.” Jawabku seadanya.

“Tapii, Bastian harus ngerahasiain yah!”Pintanya.

“Maksudnya Neng?” Tanyaku bingung.

“Yah Bastian Rahasian aja kalau pernah ML sama Eneng. Kali aja kan Bastian cerita ke temen temenya kalau pernah ML sama Zaskia Gotik, kan nanti jadi gawaat kan” Jelasnya.
“Ophhh ituuu, iya Janji Kok gak bakal kasih tahu orang orang, Rahasia. Hehehe” jawabku.

“Bastian suka Gaya apa?” Tanyanya yang membuatku sadar kalau Zaskia juga seorang wanita yang cukup maniak dalam hal Sex.

“Akuu sih, apa saja asalkan nyaman.” Jawabku singkat.
“Hmmm Bastian gak suka yang aneh aneh kan?” Tanyanya penasaran

“Aneh aneh maksudnya?” Jawabku masih bingung.
“Yah kali aja Bastian suka aneh aneh kaya Mas Robert”
“Memang kenapa Teh sama Bang Robert” aku kembali bertanya.

“Yah dia aneh aja, masa nih yah tadi waktu dikamar tuh eneng disuruh Joget Itik terus dia duduk dibelakang eneng sambil nyiumin pantat eneng laamaaa banget” Jelasnya sambil duduk di pinggir kasur.
“Terus habis itu, dia cuma masukin anunya kedalam meme Eneng 7 kali terus di pantat eneng 5 kali habis itu udah dia nyuruh eneng joget lagi, eh dia malah ngocokin anunya sendiri sampe keluar” Lanjutnya.

“Yah mungkin bang Robert punya Fantasi kaya gitu mungkin” Jawabku sambil duduk disampingnya. Kurasakan penisku mulai terkontrol lagi.

“Iya sih, tapi eneng ngerasa lucu aja, dia kan bayar eneng mahal mahal, masa cuma dikaya gituin doang”. Keluhnya.
“Memang berapa Teh Bang Robert bayarnya?”

“Adaa deh, pokoknya sih banyak, bahkan dia udah ngejanjiin bakal ngebiayain pembuatan Album eneng selanjutnya.”

“Waahh baik juga ternyata Bang Robert”.
“Iya dia Baik si sebenrnya. Udah ah gak usah ngomongin orang udah malem nih, yuk Bas sekarang aja yah, keburu ngantuk nih” ajaknya

“Sekarang, maksudnya Ml sekarang?”
Zaskia hanya mengangguk dan tersenyum

“Tapi aku gak bawa Kondom Teh ”
“Udah gak apa apa, asal jangan dikeluarin didalam tapi yaah” jawabnya. Dan aku hanya mengangguk mengiyakan.

Zaskia langsung berdiri dan mendudukiku, ia sedikit membungkuk dan menggoyangkan pantatnya. Ia terus bergoyang dan semakin menekan penisku. Penisku kembali berereksi, nafasku langsung memburu. Aku merebahkan tubuhku. Dan Zaskia masih saja menggesekan pantatnya di Penisku yang masih tertutup jubah mandi. Melihat aku merebahkan tubuhku diatas kasur Zaskia segera memindahkan tubuhnya ia naik diatas Tubuhku dengan posisi terbalik. Kemudian ia merebahkan tubuhnya dan mendekatkan bokongnya diatas mukaku. Aku menyibak handuk yang menutupi bokongnya dan dapat aku lihat vagina dan anusnya. Ku pegang kedua bokongnya dan sedikit kuremas. Zaskia juga menyibak Handuk yang kukenakan hingga penisku yang sudah dalam posisi maksimal tepampang keatas langit langit. Ia memegangnya dengan gemas dan mulai perlahan mengocok penisku. Lalu tanpa basa basi ia langsung mengulum penisku. Aku terkejut tak kusangka Zaskia yang akan pertama memulainya, dan aku juga tak menyangka bahwa ia suka mengulum Pemin seseorang. Aku akui kulumanya tidak begitu enak, bahkan bagiku ini kuluman yang paling payah karena berkali kali giginya terus mengenai kulit penisku. Belum lagi caranya menghisap benar benar seperti wanita yang baru pertama kali melakukan oral Sex. Tetapi aku tak peduli, aku tak mau merusak mood dan mengurangi nafsunya kalau aku bilang kepadanya kalau kulumanya tidak enak.

Sementara Zaskia sibuk memberikan kuluman pada penbisku, bibir dan lidahku juga bermain di permukaan vaginanya. Aku menjilati semua permukaanya dan terkadang kumasukan lidahku kedalamnya ” Slruuuuuuupppppppppp” “ahhhhhhhhhh”ahhhhhhhh” Kami berdua saling menjilat dan menghisap alat kelamin satu sama lain. Tak hanya Vagunanya yang kebagian permaianan lidahku, namun lubang anusnya juga menjadi begitu menarik bagiku. Kujilati juga lubang anusnya yang terlihat sedikit mencuat. Mungkin karena sebelumnya sudah dianal oleh Bang Robert.

“Ssruuuuuuupppp” Oooohhhh eeeeennnkkkk””aahhh
Sslllhh
Sssttttt
Ssttttttttt

Kami tidak lama melakukan posisi 69 ini. Zaskia terlihat sudah kelelahan mengulum penisku. Lalu ia segera berdiri dan turun dari tempat tidur. Ia menaruh kedua lenganya di atas kasur dan sedikit menyondorkan pinggungnya kebelakang. Seolah memintaku untuk menyodoknya dari belakang. Melihat kode yang diberikan Zaskia Shinta aku segera turun dari kasur dan beralih kebelakang tubuhnya. Kupijat bokongnya yang masih tertutup Handuk. Memang kami berdua masih menutup tubuh kami dengan handuk yang sama. Dan tak ada dari kita yang kepikiran untuk membukanya. Aku dekatkan Penisku dibelakang bokongnya tetapi aku agak kesusahan karena kakinya cukup panjang dan posisi penisku tak mencapai lubang kenikmatanya.

“Teteh maaaf, bisa turunan sedikit gak pantatnya, aku gak nyampe nihh”

Zaskia melihatku dan hanya tersenyum. Ika mengerti apa yang aku maksudnkan. Akhirnya ia menurunkan sedikit pijakan kakinya hingga posisinya tepat didepan acungan penisku. Aku menempelkan ujung penisku dibibir vaginanya yang kurasakan mulai sedikit basah dan lengket. Dan dengan sedikit tenaga mulai ku dorong pinggulku. Hingga penisku masuk seluruhnya didalam vagina Zaskia Gotik. Zaskia mengerang kencang ketika penisku aku sentakan. Semakin aku sentakan semakin keras juga ia mengerang. Kemudian aku pompa dengan kecepatan sedang. Aku nikmati setiap desir dari dinding kenikmatan miliknya. Zaskia kini menggoyang kan pantatnya juga, ia bergoyang Itik yang membuat penisku seperti diputar putar. Aku mencabut penisku dan memintanya berganti posisi. Aku duduk dipinggiran kasur dan kulebarkan posisi dudukku. Aku menarik tubuhnya agar menduduki penisku, ia arahkan sedniri penisku kedalam Vaginanya lalu ia segera menggoyangkan. Ia menggenjot tubuhnya keatas bawah dan terus menjepit penisku dengan kencang.

“Hmmmmm” hmmmmm” desah zaskia mulai tertahan.
“Ouhhhchhhhhh” Enaaaah Teteteeh”

“Aahhhhhhh”ehhhh iyaaaaaah” jawabnya lirih.

Kucium aroma di lehernya lalu tanganku menerobos masuk kedalam jubah Mandi yang ia kenakan. Kuremas payudaranya dan kucapai putingnya yang begitu mungil. Kupelintir sedikit dan kadang kutarik. Zaskia mengerang ketika aku melakukanya. Kini gerakanya tubuhnya semakin melemah, aku pikir ia mulai sedikit kelelahan. Zakia mencabut penisku dari dalam vaginanya lalu ia berjongkok dihadapanku lalu dengan buasnya ia melahap peniskua. Ohh tidak aku kembali merasakan kuluman yang tidak enak . Tapi aku tidak enak hati untuk menyatakanya kepada Zaskia. Untung saja ia hanya sebentar mengulum penisku. Lalu ia kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur dengan kakinya yang masih menggantung dilantai.

Kuangkat kedua kakinya yang jenjang dan kutaruh di dadaku. Kusondorkan tubuhku agar pas dihadapan mulut vaginanya Lalu kumasukan lagi penisku kedalam vaginanya dan kupompa kembali dengan sedikit tambahan kecepatan. Kini aku memegang kedua pergelangan kakinya tengan tanganku. Kubentangkan kaki jenjangnya kesamping dan kembali kepompa penisku. Aku sudah cukup puas dengan posisi ini. Lalu aku geser tubuh Zaski ke tengah kasur, kuluruskan tubuhnya dan kujamah setiap sentinya dengan tanganku. Kubuka ikatan Handuknya lalu kuremas payudaranya dengan lembut. Kuremas sembari kuhisap putinya yang kecil

“Slruuuuuuppp
Leeeeelllleellll”

Ia menggelinjang menerima perlakuanku.kutindih tubuhnya dan kudekatkan bibirku dibibirnya. Ia menyambut baik ciumanku, ia mulai memainkan lidahnya namun tidak begitu dominan ketimbang lidahku yang terus meliuk liuk didalam ronngga mulutnya. Aku tekuk kakinya gingga lututnya menyentuh payudara. Kugenjet tubuhnya lalu kumasukan lagi penisku kedalam vaginanya. Terus kupompa cukup lama hingga aku merasakan laharku hendak muntah dari sumbernya. Kucabut penisku dan bergegas mengarahkan pada payudaranya. Kukocok penisku dan kusemprotkan maniku diatas payudaranya. Kukocok hingga semua maniku keluar. Zaskia segera meraih penisku kembali mengulumnya. Ia menjilati semua sperma diujung penisku. Lalu dengan jarunya ia bermain main dengan sperma yang menempel diujung bibirnya yang begitu tipis.

Aku berbaring disebelah tubuhnya. Dan kebelai payudaranya yang lembut. Ia bilang kepadaku bahwa ia belum mendapat orgasme. Kulihat penisku tidak kunjung berdiri kembali dan mungkin karena staminaku yang memang sudah terkuras sejak siang tadi. Akhirnya Zaskia bersedia aku kocok vaginanya dengan tanganku. Kukocok vaginanya dengan kedua jariku sambil kami terus berciuman dengan liarnya. Mungkin Zaskia bukan wanita yang jago melakukan oral sex namun ciumanya cukup dahsay menurutku. Akhirnya Zaskia mendapatkan Orgasmenya, kurasakan ada cairan hangat menyembur di kedua jariku. Kulepaskan jariku dan kuberikan jariku kepada Zaskia. Dengan liarnya Zaskia menjilati dan menghisap kedua jariku yang berlumuran cairan kenikmatanya sendiri.

Kami saling memandang atas apa yang kami lakukan barusan. Aku hanya tersenyum melihat wajah cantiknya. Sejak tadi kami tak sedikitpun berbincang hanya desahan dan erangan kami yang saling bertautan. Kini suasana menjadi begitu sunyi. Kami berbaring terdiam dan hanya bisa salin balas senyuman hingga akhirnya kondisi tubuh kami mencapai batasnya. Kami berdua tertidur pulas hingga esok hari.

_________
Pagi harinya aku terbangun dengan senyum sumringah. Aku masih menganggap ini sebagai mimpi. Namun ketika aku menoleh kesamping kulihat Zaskia masih tertidur dengan muka yang begitu sayu. Tak tega aku membangunkanya, aku hanya memandangnya sambil menunggunya tersadar. Hingga jam 7 pagi zaskia masih belum membuka matanya, ia begitu pulas dalam tidurnya. Namun akhirnya Zaskia perlahan membuka matanya, ia tersenyum kepadaku.

“Selamat Pagi Teteh”

Author: 

Related Posts