Cerita Sex Retrograde Travelers [by Dian Barra]

Cerita Sex Retrograde Travelers [by Dian Barra]by adminon.Cerita Sex Retrograde Travelers [by Dian Barra]Retrograde Travelers [by Dian Barra] Retrograde Travelers Dian Barra P R O L O G Aku mengenakan kembali celana pendekku, dan melangkah ke arah kulkas kecil dan mengambil sebotol light beer dingin. Aku meraih rokok mildku berikut Si Zippy, pematik api kesayanganku yang akan berbunyi triingg setiap kali aku memerlukannya untuk mengisi paru-paruku dengan nikotin. […]

multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-9 multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-10 multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-11Retrograde Travelers [by Dian Barra]

Retrograde Travelers
Dian Barra

P R O L O G

Aku mengenakan kembali celana pendekku, dan melangkah ke arah kulkas kecil dan mengambil sebotol light beer dingin. Aku meraih rokok mildku berikut Si Zippy, pematik api kesayanganku yang akan berbunyi triingg setiap kali aku memerlukannya untuk mengisi paru-paruku dengan nikotin. Kemudian, aku melangkahkan kakiku ke balkon, teras yang menghadap ke arah jalan raya yang bertumpuk dibawah sana. Aku berdiri di balkon apartemen lantai 22 di barat Jakarta, menghembuskan asap rokokku dengan penuh nikmat sambil sesekali menenggak botol light beer di temaram mentari senja Jakarta yang bersaput kabut karbon monoksida.

Ah, sepertinya sekarang aku harus mandi, pikirku sambil menggaruk batang dan bijiku yang sudah mulai lengket dan gatal, karena sejak dipakai tadi belum sempat aku cuci. Aku mematikan rokok kedua yang aku sulut tadi, kemudian kembali masuk ke dalam apartemenku. Aku melangkah melewati ranjang king size yang acak-acakan, dimana di atasnya terbaring sosok gadis bertubuh indah berkulit putih mulus, tertidur kelelahan dengan posisi kaki terkangkang lebar memperlihatkan belahan vaginanya yang tak berbulu, penuh cairan lendir keluar dari batangku yang menguras semua isi bijiku, bercampur dengan cairan tiga kali orgasmenya tadi. Aku tersenyum saat menatap bercak darah yang mulai mengering di sprei putih itu.

Gadis itu, adalah Yang Mulia Putri Kerajaan tempatku selama ini mengabdi.

Sang Puteri Kerajaan tadi begitu ngotot menyerahkan mahkotanya padaku. Sudah empat tahun terakhir ini dia selalu memaksaku untuk mengambil mahkotanya, tapi aku selalu menolak, bahkan menyentuh tubuhnya pun tidak. Padahal, jika melihat penampilan fisiknya, aku yakin tak akan ada lelaki normal yang akan mampu menahan birahi saat menatapnya. Postur tubuhnya yang tinggi jangkung untuk ukuran seorang gadis, kulitnya putih cemerlang, bibir tipis dan hidung mancung yang menegaskan darah Indo dalam dirinya, rambut hitam lurus sebahu, serta buah dada mengembang hingga 36D Bayangkan saja seorang gadis dari keluarga vampire di sinetron tak jelas tapi ngetop itu, maka begitulah sang Puteri ini, mirip. Tentu saja sedikit lebih cantik dan boobs-nya lebih gede 2 huruf.

Tapi aku selalu saja menolak untuk menidurinya dan mengambil mahkotanya. Kenapa? Karena dia memberikan itu karena dia bilang dia sangat mencintai aku.

Tapi kenapa tadi aku menidurinya dan mengambil mahkotanya? Itu karena alasan yang dia ucapkan sudah berbeda dari biasanya. Tadi dia bilang, aku ingin bercinta denganmu, karena aku merasa sudah cukup lama aku menjadi perawan

Kembali aku melangkah ke kamar mandi, sambil menggelengkan kepalaku sambil tersenyum geli. Ada-ada saja.

Oh iya, mohon maaf
Sampai lupa memberi tahu. Yang Mulia Tuan Puteri yang tidur mengangkang itu namanya Kirana.

Dan sebelum aku pergi mandi, perkenalkan

Namaku Bangkid. But you can call me Kid.

Author: 

Related Posts